Langsung ke konten utama

Dampak Rokok Bagi Tanaman

Tanaman adalah tumbuhan yang hidup di mana saja di lingkungan rumah, taman, atau hutan. Tanaman adalah tumbuhan yang ditanam untuk digunakan. Rokok merupakan salah satu produk olahan mangrove. Rokok merupakan salah satu zat adiktif yang mengandung nikotin, dan penggunaannya dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi individu, masyarakat dan tanaman. Nikotin adalah senyawa alkaloid utama yang ditemukan dalam daun tembakau dan aktif sebagai insektisida. Nikotin dianggap sebagai neurotoksin potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Rokok diketahui berbahaya bagi manusia. Rokok diketahui membahayakan tanaman dan juga manusia. Pasalnya, asap rokok dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman.

Asap rokok tampaknya mengurangi kapasitas fotosintesis tanaman dan kemampuannya untuk tumbuh secara efisien. Satu studi menemukan bahwa tanaman yang terpapar asap rokok selama 30 menit sehari memiliki pertumbuhan daun yang lebih sedikit. Banyak daun berwarna coklat dan kering atau rontok lebih cepat. Namun, beberapa tanaman secara alami memiliki kemampuan untuk menyerap nikotin dan racun dari asap rokok. Oleh karena itu, hubungan antara tanaman dan rokok dapat dilihat sebagai cara untuk membuat udara lebih terjaga. Nikotin dalam asap rokok diserap oleh tanaman melalui daun dan akar, dan kandungan nikotin disimpan dalam tanaman. Tanaman memiliki kemampuan untuk menangkap dan menahan nikotin di udara, tanah dan air. Tanaman yang mengandung nikotin pada akhirnya tidak dapat dikonsumsi karena nikotin yang dikandungnya. Butuh waktu lama untuk mengembalikan kadar nikotin pada tanaman menjadi normal.

Rokok sangat berpengaruh pada tanaman, rokok juga bermanfaat bagi tanaman, terutama abu mengatasi banyak masalah tanaman. Manfaat abu rokok untuk tanaman diantaranya dapat membasmi hama pada tanaman. Racun dalam abu rokok sebenarnya bisa digunakan untuk mengusir hama tanaman. Kandungan nikotin dan baunya yang menyengat tidak disukai oleh hama terutama kutu putih, sehingga tidak mau mendekati tanaman. Selain itu, rokok juga dapat menyuburkan tanaman dan media tanam. Abu rokok cocok untuk pemupukan areal tanam dan untuk pengayaan bibit tanaman. Abu rokok juga mengandung potasium, yang meningkatkan kesuburan tanaman dan pertumbuhan sedang.

Seorang peneliti memasukkan puntung rokok ke dalam pot berisi rumput atau shamrock untuk melihat efeknya. Mereka mengujinya dan meletakkan batang kayu kecil di atasnya untuk melihat perbedaannya. Mereka menemukan bahwa puntung rokok mengurangi pertumbuhan tunas rumput dan semanggi hingga 25%, mengurangi jumlah biomassa akar di akar hampir 60%. Meskipun ini hanya studi pendahuluan tentang rokok utuh yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, penelitian lain menemukan bahwa asap juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Bahkan, Mabel Elizabeth Dibbel menyelesaikan makalah di awal 1900-an yang berjudul "Effects of Tobacco Smoke on Vicia Sativa Seeds". Dibbel menemukan bahwa meniupkan asap rokok ke dalam benih tanaman menghambat pertumbuhan dan merusak struktur sel. Meskipun telah ada kesadaran ilmiah tentang rokok dan tanaman selama lebih dari 100 tahun, topik tersebut hanya mendapat sedikit penelitian. Mengingat pentingnya tanaman sebagai produsen utama makanan manusia dan perannya dalam meningkatkan pemeliharaan lingkungan, ada kebutuhan untuk mengurangi limbah rokok.

Berdasarkan artikel ini, dapat disimpulkan bahwa dampak rokok pada tanaman memiliki dampak positif dan negatif. Dampak positif, terutama untuk memerangi hama tanaman dan untuk pemupukan tanaman dan substrat tanaman. Dampak negatifnya, Rokok mengurangi kapasitas fotosintesis tanaman dan kemampuannya untuk tumbuh secara efisien.

Sumber:
Bachri, A., & Utomo, E. W. (2017). Prototype penyiram tanaman otomatis dengan sensor kelembaban tanah berbasis Atmega 328. JE-Unisla, 2(1).
Batubara, I. V. D., Wantouw, B., & Tendean, L. (2013). Pengaruh paparan asap rokok kretek terhadap kualitas spermatozoa mencit jantan (mus musculus). e-Biomedik, 1(1).
Harefa, D. (2020). Pemanfaatan Hasil Tanaman Sebagai Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Madani: Indonesian Journal of Civil Society, 2(2), 28-36.

Komentar